Senin, 17 November 2014



                                                     miniatur vespa dari kaleng bekas

                                                di buat oleh siswa kelas teknik pemesinan


Kamis, 05 Juni 2014



Tugas gambar teknik dan alat ukur
NAMA: Solihin
KELAS : XI teknik pemesinan A


Menggambar mickrometer tugas gambar teknik



Tugas alat ukur membuat soal



Materi alat ukur mistar sorong dan mickrometer
Cara Menggunakan Jangka Sorong - Jangka sorong merupakan salah satu alat ukur dari besaran pokok panjang. Bentuknya mirip dengan kunci inggris yang rahangnya bisa digeser Alat ukur ini memiliki ketelitian hingga 0,1 mm. Buat sobat hitung yang masih di kelas x sma sewaktu belajar fisika pasti akan melakukan praktek pengukuran dengan jangka sorong.Berikut ini sedikit panduan mengenai cara menggunakan jangka sorong dan bagaimana membacanya.
Bagian-bagian Jangka Sorong
sumber gambar : BSE
Jangka sorong terdiri dari rahang tetap dan ragang geser. Rahang tetap dan geser ada yang di atas dan di bawah. Dalam jangka sorong terdapat 2 skala. Skala utama pada rahang tetap dan skala nonius (renvier*) di rahang gesernya.Skala utama memiliki skala dalamm satuan cm dan mm sedangkan skala pada nonius memiliki panjang 9 mm yang dibagi menjadi 10 skala.Sobat hitung pahami betul bagian-bagian ini karena akan memudahkan sobat tahu bagaimana cara menggunakan jangka sorong nantinya.
Fungsi Jangka Sorong
  1. Jangka sorong berfungsi mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian sampai 0,1 mm. (rahang tetap dan rahang geser bawah)
  2. Rahang tetap dan rahang geser atas bisa digunakan untuk mengukur diameter benda yang cukup kecil seperti cincin, pipa, dll.
  3. Tangkai ukur di bagian bawah berfungsi untuk mengukur kedalaman seperti kedalaman tabung, lubang kecil, atau perbedaan tinggi yang kecil.
Cara Menggunakan Jangka Sorong
berikut ini cara menggunakan jangka sorong dalam beberapa langkah.
1.Awal persiapan, kendurkan baut pengunci dan geser rahang geser, pastikan rahang geser bekerja dengan baik. Sobat hitung jangan lupa untuk cek ketika rahang tertutup harus menunjukkan angka nol. Jika tidak menunjukkan angka nol sobat bisa mensettingnya.
2. Langkah/ cara menggunakan jangka sorong selanjutnya adalah membersihkan permukaan benda dan permukaan rahang agar tidak ada benda yang menempel yang bisa sebabkan kesalahan pengukuran.
3. Tutup rahang hingga mengapit benda yang diukur. Pastikan posisi benda sesuai dengan pengukuran yang ingin diambil. Lalu tinggal membaca skalanya.
Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk mengukur diameter
Mengukur diameter sama seperti pengukuran sebelumnya, bedanya kalau tadi menggunakan rahang bagian bawah, untuk pengukuran diameter menggunakan rahang atas. Cara Menggunakannya, rapatkan rahang atas lalau tempatkan benda (cincin) yang akan diukur diameternya. Tarik rahang geser hingga kedua rahang menempek dan menekan bagian dalam benda. Patikan bahwa dinding bagian dalam benda tegak lurus dengan skala dalam artian benda jangan sampai miring.
Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Kedalaman
Cara menggunakan jangka sorong untuk kedaaman prinsipnya sama dengan mengukur panjang benda dan diameter. Sobat hitung cukup menempatkan benda yang akan diukur kedalamannya pada tangkai ukur. Tarik rahang geser hingga menyentuk permukaan dalam (dasar lubang).Usahakan benda yang diukur kedalamannya dalam keadaan statis (tidak Bergeser)
Setelah kita tahu bagaimana cara menggunakan jangka sorong, sekarang bagaimana cara membaca jangka sorong (pengukurannya)? Berikut
Cara Membaca Jangka Sorong
  • Lihat skala utama, sobat lihat nilai yang terukur yang lurus dengan angka nol di skala nonius. Bisa menunjukkan posisi berhimpit dengan garis pada skala utama bisa juga tidak. Jika tidak ambil nilai skala utama yang terdekat di kirinya. Pada tahap ini sobat hitung baru mendapatkan ketelitian sampai 1 mm
  • Lihat Skala nonius, carilah angka pada skala nonius yang berhimpit dengan garis di skala utama. Pengukuran ini punya ketelitian hingga 0,1 mm
  • Jumlahkan
Selagi sobat benar cara menggunakan jangka sorong dan tau cara membacanya, sobat akan mendapatkan nilai pengukuran yang akurat.
Contoh Soal
Carilah panjang benda yang diukur dengan jangka sorong jika pada skala utama dan skala nonius tampak sebagai berikut
cara menggunakan jangka sorong 1
Jawaban :
Lingkaran Biru : 5, 3 “sekian” cm, sekian akan kita dapatkan di lingkaran “merah”
Lingkaran Merah : 5
Jadi hasilnya  = 5,35 cm
Mickrometer
http://melekoto.files.wordpress.com/2012/10/0-25mm-micrometer.jpg?w=300&h=181
Dunia otomotif erat sekali kaitannya dengan pengukuran, karena setiap komponen membutuhkan kepresisian dengan tingkat yang tinggi, bahkan dengan tingkat micro. Oleh karena itu seorang mekanik harus tahu cara penggunaan alat ukur dengan tingkat kepresisian tinggi seperti contohnya Micrometer.
Nah…dalam artikel ini saya akan menjelaskan cara penggunaan dari micrometer tersebut. Berikut tahapannya :
1. Penyesuaian nol
Sebelum menggunakan mikrometer, periksa untuk memastikan bahwa ujung nol disejajarkan dengan benar.
2. Pemeriksaan
Pada mikrometer berukuran 50~75mm seperti terlihat pada gambar, letakkan pengukur standar 50mm pada pembukaan, dan biarkan racher stopper untuk bergerak secara bebas sebanyak 2 sampai 3 putaran. Kemudian, periksa bahwa garis dasar pada thimbel dan garis ujung nol pada dengan garis outer sleeve sejajar.
Gambar
3. Penyetelan
  • Bila kesalahan kurang dari 0.02 mm
Kuncilah Spindle dengan lock clamp untuk mengamankan Spindle. Kemudian dengan memakai penyetel putarlah outer sleeve sampai tanda “O” thimble lurus dengan garis dengan garis outer sleeve. periksa kembali titik “O” untuk meyakinkan bahwa micrometer telah dikalibrasi dengan benar
  • Bila kesalahan lebih dari 0.02 mm
Kuncilah Spindle dengan lock clamp untuk mengamankan Spindle. Kendorkan Stopper sampai thimble bebas, Luruskan tanda nol thimble dengan garis outer sleeve dan kencangkan kembali racher stopper, periksa kembali titik “O” untuk meyakinkan bahwa micrometer telah dikalibrasi dengan benar.

Berikan landasan pada item yang akan diukur, dan putar Thimbel sampai Spindle menyentuh item dengan lembut.
Setelah Spindle menyentuh dengan lembut item yang hendak diukur, putar racher stopper beberapa kali dan baca pengukuran.
Racher Stopper menyatukan tekanan yang diberikan oleh spindle, sehingga saat tekanan ini melampaui tingkat spesifikasi, maka tekanan akan berhenti.
Gambar
Contoh pembacaan skala micrometer
Skala pada Outer Sleeve (Atas) = 55,00 mm
Kenaikan / Skala pada Outer Sleeve (bawah)  = 0,5 mm
Skala Thimble = 0,45 mm
Hasil pengukuran 55+0,5+0,45 = 55,95 mm
Gambar
PERHATIAN:
Mikrometer harus dipasang pada stand saat mengukur part-part kecil.
Cari posisi dimana diameter yang benar dapat diukur, dengan cara menggerakkan mikrometer

Minggu, 01 Juni 2014

tugas dari bp arifin

Nama: solihin
kelas : XI teknik pemesinan a
Ini adalah hasil pencarian bahan tentang teknik bubut lewat website google
1. CARA PEMBUBUTAN ULIR SEGITIGA LUAR
2. CARA PEMBUBUTAN ULIR SEGITIGA DALAM
3. CARA PEMBUBUTAN ULIR SEGI EMPAT LUAR
4. CARA PEMBUBUTAN ULIR SEGI EMPAT DALAM
5. CARA PEMBUBUTAN BERTINGKAT
6. CARA PEMBUBUTAN TIRUS LUAR
7. CARA PEMBUBUTAN TIRUS DAL
AM
Membubut Ulir
Proses Membubut Ulir Segitiga Luar
1.
Pertama-tama pasang benda kerja pada cekam. Bisa dengan teknik dicekamataupun dengan teknik ditumpu dengan center kepala lepas, kemudian settingpahat pada toolpost. 
2. Bubut facing asal rata, setelah itu bor menggunakan centerdrill.
3.
.Bubutlah turning sesuai ukuran
mayor yang ditentukan(misal: ukuranM10*1,25).
4.
Buatlah alur pada batas ulir. Fungsi ulir adalah
Untuk menetapkan dalamnyaulir 
dan
Untuk kebebasan gerak pahat pada akhir langkah.
5.
Pahat Ulir yang sudah diasah dengan sudut yang sesuai (Metrik = 60
' atau
withworth 55') dipasang setinggi senter dan tegak lurus terhadap bendakerja. Gunakanlah alat bantu mal ulir. Sedangkan eretan atas digesersetengah dari sudut ulir yang akan dibuat (30' atau 27,5') 6. Setel posisi Handel-handel Upper lever dan drop lever sesuai dengan rodagigi-roda gigi. Jika tidak sesuai table, gantilah (lihat table pada mesinbubut).7. Jalankan mesin dengan kecepatan terendah dan tekanlah batang penggerakotomatis(split nut), kemudian lakukanlah sayatan awal pada benda kerja.
8.
Lakukanlah pembubutan ulir dengan pemakanan sesuai perhitungan untukmencapai
minor. Pemakanan secara bertahap
.
9.
Kalo sudah selesai pembubutan ulirnya, kemudian periksalah dengan malulir.

   

 

 

Membuat Ulir dalam dan Ulir Luar Dengan Tap dan Sney (Part 1)

Untuk ukuran diameter ulir yang kecil maka kita tidak memerlukan mesin bubut untuk membuat ulir missal pada baut dan mur. Hanya dengan menggunakan tangan dengan peralatan Tap dan sney maka kita dapat membuat ulir.
Tap adalah untuk membuat ulir dalam (mur), sedangkan Sney adalah untuk membuat ulir luar (baut). Pada bagian pertama dari tulisan ini kita akan membahas cara membuat ulir dalam dengan menggunakan Tap.
Tap ( Membuat ulir dalam )
Alat yang dipakai untuk membuat ulir dalam dengan tangan dimanakan “TAP” dalam hal ini disebut saja “tap tangan” untuk membedakan penggunaannya dengan yang dipakai mesin. Bahannya terbut dari baja karbon atau baja suat cepat (HSS) yang dikeraskan.
Tiap satu set, tap terdiri dari 3 buah yaitu tap no.1 (Intermediate tap) mata potongnya tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal, kemudian dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan tap no. 3 (Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian ( Gambar 1)



http://zwingly.files.wordpress.com/2011/03/tap-1.png?w=477
Gambar 1. Jenis-jenis Tap
Tap memiliki beberapa macam ukuran dan tipe sesuai dengan jenis ulir yang dihasilkan apakah itu Ulir Metrik ataupun Ulir Withworth. Berikut arti huruf dan angka yang tertera pada Tap ( hal ini juga berlaku pada Sney).
Contoh penulisan spesifikasi tap dan snei adalah sebagai berikut:
a. Tap/snei M10 x 1,5.
Artinya adalah: M = Jenis ulir metrik
10 = Diameter nominal ulir dalam mm
1,5 = Kisar ulir
b. Tap/snei W 1/4 x 20, W 3/8 x 16
Artinya adalah: W = Jenis ulir Witworth
¼ = Diameter nominal ulir dalam inchi
20 = Jumlah gang ulir sepanjang satu inchi
Alat Bantu yang dipakai untukmenggunakan tap, supaya dalam pemakainannya lebih mudah. Dibutuhkan kunci pemegang tap atau tangkai tap. Pemegang tap bentuknya ada 3 macam (  Gambar 2 ), yaitu:
1. tipe batang,
2. tipe penjepit,
3. tipe amerika.



http://zwingly.files.wordpress.com/2011/03/gbr-2.png?w=477&h=160
GAmbar 2. Pemegang Tap
Langkah Pengetapan.
Sebelum melakukan pengetapan, benda kerja harus dibor terlebih dahulu dengan ukuran diameter bor tertentu. Penentuan diameter lubang bor untuk tap ditentukan dengan rumus:
D = D’– K
Dimana :
D = Diameter bor, satuan dalam mm/inchi
D = Diameter nominal ulir, satuan dalam mm/inchi
K = Kisar (gang).
Contoh :
a. Diameter lubang bor untuk mur M10 x 1,5 adalah 10 – 1,5 = 8,5 mm
b. Diameter lubang bor untuk mur W3/8x 16 adalah 3/8 – 1/16 = 5/16 “
Setelah dibor, kemudian kedua bibir lubang dicamfer dengan bor persing di mana kedalamannya mengikuti standar cemper mur.Bentuk standar mur dan baut untuk bermacam-macan jenis sudah ditentukan secara internasional dan ini dapat ditemukan dalam buku gambar teknik mesin atau tabel-tabel mur/baut.
Contoh Urutan pengetapan dengan membuat ulir ukuran M10X1,5
1.      Buatlah lubang pada benda kerja dengan diameter 8,5 mm
2.       Pilih dan ambil mata tap M10 X 1,5 serta pasangkan pada tangkainya
3.       Mulailah melakukan pengetapan dengan urutan pertama. yaitu tap no.1 (Intermediate tap) kemudian dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir,dan terakhir  tap no. 3 (Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian
Sebelum mengetap berikan sedikit pelumas pada tap, kemudian pastikan bahwa tap enar-benar tegak lurus terhadap benda kerja. Putar tap secara perlahan searah jarum jam. Pemutaran tap hendaknya dilakukan ±270o maju searah jarum jam, kemudian diputar mundur ±90o berlawanan arah jarum jamdengan tujuan untuk memotong tatal, selanjutnya kembalikan pada posisi awal dan putar lagi ±270o maju searah jarum jam dan mundur lagi 90o berlawanan arah jarum jam, demikian seterusnya sampai selesai.
 Cara membuat ulir segi empat luar :
Pada dasar membuat ulir segi empat luar sama saja pada saat membuat ulir segi tiga, hanya saja pahat yang di gunakan berbeda.
Contoh pahat untuk membuat ulir segi empat luar
images.jpeg
Cara membuat ulir segi empat dalam .
Pada dasar membuat ulir segi empat dalam sama saja pada saat membuat ulir segi tiga dalam, hanya saja pahat yang di gunakan berbeda.
pahatdlam.jpg
Cara Membubut Bertingkat
1.     Pasang benda kerja terlebih dahulu.
2.     Pasang pahat rata pada tool post.
3.     Seting pahat pada kepala lepas.
4.     Dekatkan mata pahat pada benda kerja dengan menggunakan eretan alas.
5.     Ukur benda kerja terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan
6.     Tandailah setian ukuran dengan menggunakan ujung mata pahat dengan cara cekam  diputar sampai terjadi goresan terhadap benda kerja
7.     Mundurkan pahat ke posisi semula(menjauhi benda kerja dengan jarak minimal 10  mm dari benda kerja)
8.     Atur kecepatan putaran mesin bubut menjadi 300 rpm.
9.     Sayatlah benda kerja dengan menentukan ukuran setiap saayatan maksimal 1mm sampai mencampai ukuran Ø 21 mm dan panjang 20 mm.
10.  Lakukan penyayatan  mm sampai mencapai ukuran Ø  20 mm.
11.  Sayatlah benda kerja  dengan menentukan setiap sayatan maksimal 1 mm  sampai mencapai Ø 10 mm dan panjang 10 mm.
12.   Mundurkan pahat ketempat semula.
13.   Buka cekam dengan menggunakan kunci cekam dan lepaskan benda kerja dari cekam.
Proses Bubut.jpg
MEMBUBUT TIRUS
     Jika kedua ujung suatu benda silindris mempunyai ukuran yang berbeda, maka bentuk benda tersebut tirus. Pada alat-alat atau bagian dari suatu mesin banyak yang berbentuk tirus, misalnya tangkai bor, tangkai rimer, lubang paksi mesin bubut, lubang paksi mesin bor dan lain-lain. Bentuk tirus ini besar gunanya pada suatu keperluan, di samping sebagai suatu variasi. Misalnya tirus yang terdapat pada tangkai bor; dengan ketirusannya itu bor akan mengunci sendiri pada lubang paksi mesin bor tanpa diikat dengan suatu pengikat. Senter kepala lepas atau senter kepala tetap masuk ke dalam paksinya tanpa diikat atau dikunci dengan alat apapun.
Tirus itu banyak macamnya. Tidak semua alat yang bentuknya tirus mempunyai ketirusan yang sama. Masing-masing mesin mempunyai standard ketirusan yang sudah ditentukan; Misalnya tirus Morse yang terdapat pada alat-alat atau mesin bor dan mesin bubut mempunyai ketirusan 0,625" tiap kaki. Tirus Brown and Sharpe yang terdapat pada alat-alat dan mesin fris mempunyai ketirusan 0,5" tiap kaki. Tirus Jarno mempunyai ketirusan 0,6" tiap kaki dan terdapat pula pada perlengkapan mesin bubut dan mesin bor.
Sebagian besar alat yang bentuknya tirus dibuat pada mesin bubut. Pada mesin bubut dapat membuat benda kerja yang berbentuk tirus dengan tiga cara, yaitu dengan menggeserkan kepala lepas, menggeserkan eretan atas dan menggeserkan perlengkapan tirus ( taper attachment ) yang terdapat pada eretan lintang mesin bubut.
Cara membubut Tirus Dengan Menggeserkan Kepala Lepas
       Seperti telah diuraikan pada pasal terdahulu, bahwa kepala lepas itu terdiri atas dua bagian, yaitu alas dan badan. Kedua bagian ini diikat oleh dua atau tiga baut pengikat dan dapat digeser kedudukannya dengan mengeraskan salah satu baut yang letaknya di bagian sisi kepala lepas (Gb. 4.1) Pada bagian belakang kepala lepas terdapat satu garis lurus; garis ini merupakan pedoman dalam menentukan kedudukan kedua bagian tersebut. Jika garis itu menunjukkan satu garis lurus, berarti kedudukan senter kepala lepas akan segaris dengan senter kepala tetap. Pada kedudukan yang demikian, apabila kita membubut suatu benda hasilnya akan lurus ( tidak tirus). Baut yang dikeraskan dalam mengubah kedudukan senter itu, berarti menarik bagian badan kepala lepas sehingga bergeser. Jarak pergeserannya dapat kita lihat pada jarak antara garis yang terdapat pada bagian badan dan garis pada bagian alas. Dengan bergesernya badan kepala lepas maka kedudukan senter itupun akan berubah terhadap senter kepala tetap. Dan perbedaan kedudukan kedua senter inilah yang menghasilkan tirus pada benda yang dibubut.
                         Sedangkan untuk membuat tirus dalam caranya sama saja dengan membuat tirus luar, hanya saja pahat yang di gunakan berbeda . contoh pahat untuk membuat tirus dalam.
pahatdlam.jpg
Mungkin hanya ini saja yang bisa saya sampaikan,jika ada salah dan kurang dalam ber kata mohon di maafkan.
Sekian trima kasih ……