Tugas gambar teknik dan
alat ukur
NAMA: Solihin
KELAS : XI teknik
pemesinan A
Menggambar mickrometer tugas gambar teknik
Tugas alat ukur membuat soal
Materi alat ukur mistar sorong dan mickrometer
Cara Menggunakan Jangka Sorong -
Jangka sorong merupakan salah satu alat ukur dari besaran pokok panjang.
Bentuknya mirip dengan kunci inggris yang rahangnya bisa digeser Alat ukur ini
memiliki ketelitian hingga 0,1 mm. Buat sobat hitung yang masih di kelas x sma
sewaktu belajar fisika pasti akan melakukan praktek pengukuran dengan jangka
sorong.Berikut ini sedikit panduan mengenai cara menggunakan jangka sorong dan
bagaimana membacanya.
Bagian-bagian Jangka Sorong
Jangka
sorong terdiri dari rahang tetap dan ragang geser. Rahang tetap dan geser ada
yang di atas dan di bawah. Dalam jangka sorong terdapat 2 skala. Skala utama
pada rahang tetap dan skala nonius (renvier*) di rahang gesernya.Skala utama
memiliki skala dalamm satuan cm dan mm sedangkan skala pada nonius memiliki
panjang 9 mm yang dibagi menjadi 10 skala.Sobat hitung pahami betul
bagian-bagian ini karena akan memudahkan sobat tahu bagaimana cara menggunakan
jangka sorong nantinya.
Fungsi Jangka Sorong
- Jangka sorong berfungsi mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian sampai 0,1 mm. (rahang tetap dan rahang geser bawah)
- Rahang tetap dan rahang geser atas bisa digunakan untuk mengukur diameter benda yang cukup kecil seperti cincin, pipa, dll.
- Tangkai ukur di bagian bawah berfungsi untuk mengukur kedalaman seperti kedalaman tabung, lubang kecil, atau perbedaan tinggi yang kecil.
Cara Menggunakan Jangka Sorong
berikut
ini cara menggunakan jangka sorong dalam beberapa langkah.
1.Awal persiapan, kendurkan baut
pengunci dan geser rahang geser, pastikan rahang geser bekerja dengan baik.
Sobat hitung jangan lupa untuk cek ketika rahang tertutup harus menunjukkan
angka nol. Jika tidak menunjukkan angka nol sobat bisa mensettingnya.
2. Langkah/ cara menggunakan jangka
sorong selanjutnya adalah membersihkan permukaan benda dan permukaan rahang
agar tidak ada benda yang menempel yang bisa sebabkan kesalahan pengukuran.
3. Tutup rahang hingga mengapit
benda yang diukur. Pastikan posisi benda sesuai dengan pengukuran yang ingin
diambil. Lalu tinggal membaca skalanya.
Cara
Menggunakan Jangka Sorong untuk mengukur diameter
Mengukur diameter sama seperti pengukuran sebelumnya, bedanya kalau tadi menggunakan rahang bagian bawah, untuk pengukuran diameter menggunakan rahang atas. Cara Menggunakannya, rapatkan rahang atas lalau tempatkan benda (cincin) yang akan diukur diameternya. Tarik rahang geser hingga kedua rahang menempek dan menekan bagian dalam benda. Patikan bahwa dinding bagian dalam benda tegak lurus dengan skala dalam artian benda jangan sampai miring.
Mengukur diameter sama seperti pengukuran sebelumnya, bedanya kalau tadi menggunakan rahang bagian bawah, untuk pengukuran diameter menggunakan rahang atas. Cara Menggunakannya, rapatkan rahang atas lalau tempatkan benda (cincin) yang akan diukur diameternya. Tarik rahang geser hingga kedua rahang menempek dan menekan bagian dalam benda. Patikan bahwa dinding bagian dalam benda tegak lurus dengan skala dalam artian benda jangan sampai miring.
Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Kedalaman
Cara menggunakan jangka sorong untuk kedaaman prinsipnya sama dengan mengukur panjang benda dan diameter. Sobat hitung cukup menempatkan benda yang akan diukur kedalamannya pada tangkai ukur. Tarik rahang geser hingga menyentuk permukaan dalam (dasar lubang).Usahakan benda yang diukur kedalamannya dalam keadaan statis (tidak Bergeser)
Cara menggunakan jangka sorong untuk kedaaman prinsipnya sama dengan mengukur panjang benda dan diameter. Sobat hitung cukup menempatkan benda yang akan diukur kedalamannya pada tangkai ukur. Tarik rahang geser hingga menyentuk permukaan dalam (dasar lubang).Usahakan benda yang diukur kedalamannya dalam keadaan statis (tidak Bergeser)
Setelah
kita tahu bagaimana cara menggunakan jangka sorong, sekarang bagaimana cara
membaca jangka sorong (pengukurannya)? Berikut
Cara Membaca Jangka Sorong
- Lihat skala utama, sobat lihat nilai yang terukur yang lurus dengan angka nol di skala nonius. Bisa menunjukkan posisi berhimpit dengan garis pada skala utama bisa juga tidak. Jika tidak ambil nilai skala utama yang terdekat di kirinya. Pada tahap ini sobat hitung baru mendapatkan ketelitian sampai 1 mm
- Lihat Skala nonius, carilah angka pada skala nonius yang berhimpit dengan garis di skala utama. Pengukuran ini punya ketelitian hingga 0,1 mm
- Jumlahkan
Selagi
sobat benar cara menggunakan jangka sorong dan tau cara membacanya, sobat akan
mendapatkan nilai pengukuran yang akurat.
Contoh Soal
Carilah panjang benda yang diukur dengan jangka sorong jika pada skala utama dan skala nonius tampak sebagai berikut
Carilah panjang benda yang diukur dengan jangka sorong jika pada skala utama dan skala nonius tampak sebagai berikut
Jawaban
:
Lingkaran Biru : 5, 3 “sekian” cm, sekian akan kita dapatkan di lingkaran “merah”
Lingkaran Merah : 5
Jadi hasilnya = 5,35 cm
Lingkaran Biru : 5, 3 “sekian” cm, sekian akan kita dapatkan di lingkaran “merah”
Lingkaran Merah : 5
Jadi hasilnya = 5,35 cm
Mickrometer
Dunia otomotif erat sekali kaitannya
dengan pengukuran, karena setiap komponen membutuhkan kepresisian dengan
tingkat yang tinggi, bahkan dengan tingkat micro. Oleh karena itu seorang
mekanik harus tahu cara penggunaan alat ukur dengan tingkat kepresisian tinggi
seperti contohnya Micrometer.
Nah…dalam artikel ini saya akan
menjelaskan cara penggunaan dari micrometer tersebut. Berikut tahapannya :
1. Penyesuaian nol
Sebelum menggunakan mikrometer,
periksa untuk memastikan bahwa ujung nol disejajarkan dengan benar.
2. Pemeriksaan
Pada mikrometer berukuran 50~75mm
seperti terlihat pada gambar, letakkan pengukur standar 50mm pada pembukaan,
dan biarkan racher stopper untuk bergerak secara bebas sebanyak 2 sampai 3
putaran. Kemudian, periksa bahwa garis dasar pada thimbel dan garis ujung nol
pada dengan garis outer sleeve sejajar.
3. Penyetelan
- Bila kesalahan kurang dari 0.02 mm
Kuncilah Spindle dengan lock clamp
untuk mengamankan Spindle. Kemudian dengan memakai penyetel putarlah outer
sleeve sampai tanda “O” thimble lurus dengan garis dengan garis outer sleeve.
periksa kembali titik “O” untuk meyakinkan bahwa micrometer telah dikalibrasi
dengan benar
- Bila kesalahan lebih dari 0.02 mm
Kuncilah Spindle dengan lock clamp
untuk mengamankan Spindle. Kendorkan Stopper sampai thimble bebas, Luruskan
tanda nol thimble dengan garis outer sleeve dan kencangkan kembali racher
stopper, periksa kembali titik “O” untuk meyakinkan bahwa micrometer telah
dikalibrasi dengan benar.
Berikan landasan pada item yang akan
diukur, dan putar Thimbel sampai Spindle menyentuh item dengan lembut.
Setelah Spindle menyentuh dengan
lembut item yang hendak diukur, putar racher stopper beberapa kali dan baca
pengukuran.
Racher Stopper menyatukan tekanan
yang diberikan oleh spindle, sehingga saat tekanan ini melampaui tingkat
spesifikasi, maka tekanan akan berhenti.
Contoh pembacaan skala micrometer
Skala pada Outer Sleeve (Atas) =
55,00 mm
Kenaikan / Skala pada Outer Sleeve
(bawah) = 0,5 mm
Skala Thimble = 0,45 mm
Hasil pengukuran 55+0,5+0,45 =
55,95 mm
PERHATIAN:
Mikrometer harus dipasang pada stand
saat mengukur part-part kecil.
Cari posisi dimana diameter yang
benar dapat diukur, dengan cara menggerakkan mikrometer









Tidak ada komentar:
Posting Komentar